DPD PROBO Gorontalo Kutuk Dugaan Penyadapan Presiden, Desak Kapolri Usut Aktor Intelektual
- account_circle M. Rizky Hidayatullah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD PROBO Provinsi Gorontalo, Thalib Djamil, SE, MH, CPP. GAMBAR: Istimewa
GORONTALO, PIKIRKAN.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Pro Prabowo (PROBO) Provinsi Gorontalo mengecam keras dugaan aksi penyadapan terhadap Presiden yang disebut melibatkan sejumlah jenderal polisi. DPD PROBO Gorontalo mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Kapolri, untuk mengusut kasus tersebut secara transparan dan menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD PROBO Provinsi Gorontalo, Thalib Djamil, SE, MH, CPP, didampingi Bendahara DPD Since Tamutu dan Sekretaris DPD Anggraini Ishak Kamaru.
Thalib menegaskan, pengusutan kasus dugaan penyadapan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada pihak-pihak yang diduga terlibat secara langsung di lapangan maupun para jenderal yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, aparat penegak hukum perlu menelusuri secara mendalam kemungkinan adanya pihak lain yang merancang atau mengendalikan tindakan tersebut.
“Sesuatu yang tidak masuk akal. Presiden yang seharusnya dilindungi ini malah disadap. Pastilah ada kepentingan besar dan aktor intelektual di balik tindakan para jenderal tersebut,” ujar Thalib Djamil.
Ia menilai, dugaan penyadapan terhadap seorang kepala negara merupakan persoalan serius yang menyangkut keamanan negara serta kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, menurutnya, seluruh fakta terkait kasus tersebut harus dibuka secara terang-benderang kepada masyarakat.
Thalib juga meminta Kapolri memastikan proses penanganan perkara berjalan secara profesional, objektif, dan transparan. Pengusutan yang menyeluruh dinilai penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai pihak-pihak yang bertanggung jawab serta motif di balik dugaan tindakan penyadapan tersebut.
Selain menyoroti kasus penyadapan, DPD PROBO Gorontalo turut mengingatkan institusi Polri agar menjadikan berbagai sorotan publik sebagai momentum untuk melakukan pembenahan internal dan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Menurut Thalib, kepolisian harus kembali memperkuat jati dirinya sebagai institusi yang hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh rakyat Indonesia.
“Sudah cukuplah selama ini polisi menjadi sorotan, saatnya kembali jadi milik rakyat Indonesia yang seutuhnya, menjadi pengayom rakyat Indonesia,” harap Thalib.
DPD PROBO Gorontalo berharap pengusutan dugaan penyadapan tersebut dapat dilakukan hingga tuntas tanpa pandang bulu. Transparansi dan ketegasan dalam penegakan hukum dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga marwah institusi kepolisian sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
- Penulis: M. Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar