Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Teknologi » Gawai » Game ‘Sword of Justice’ Siap Dirilis 7 November 2025

Game ‘Sword of Justice’ Siap Dirilis 7 November 2025

  • account_circle Tasya Yurizumi
  • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
  • visibility 362
  • comment 0 komentar

Beijing, Pikirkan.com – Dunia gim daring kembali akan kedatangan judul besar. NetEase Games bekerja sama dengan ZhuRong Studio resmi mengumumkan tanggal peluncuran global untuk gim terbaru mereka, “Sword of Justice”, yang dijadwalkan rilis serentak pada 7 November 2025.

Gim bergenre massive multiplayer online role-playing game (MMORPG) ini akan hadir secara gratis (free-to-play) dengan dukungan cross-platform penuh, memungkinkan pemain bermain lintas perangkat di Android, iOS, Steam, dan Windows tanpa batasan ekosistem.

Dunia Fantasi Berbasis Dinasti Song

“Sword of Justice” menghadirkan latar dunia terbuka yang terinspirasi dari Dinasti Song Utara abad ke-12 di Tiongkok. Dunia gim ini dikembangkan secara luas dan interaktif, menghadirkan berbagai peran yang dapat dijalani pemain—mulai dari prajurit, pengrajin, petani, nelayan, hingga warga sipil yang menjalani kehidupan sosial di dunia bela diri klasik.

Kebebasan eksplorasi menjadi elemen kunci. Pemain dapat menentukan jalan hidup karakternya tanpa paksaan alur cerita tunggal, menjadikan permainan lebih organik dan realistis.

Tanpa Unsur Pay-to-Win, Fokus pada Keterampilan

Berbeda dari banyak gim daring modern, pengembang menegaskan bahwa “Sword of Justice” tidak akan mengadopsi sistem pay-to-win (P2W).
Semua progresi karakter berbasis pada keterampilan dan usaha pemain (skill-based progression), bukan pembelian item atau peningkatan statistik melalui transaksi mikro.

Sistem atribut dalam gim diatur ketat untuk menjaga keseimbangan antar pemain. Selain itu, diterapkan sistem reset musiman, yang menjamin pengalaman bermain tetap segar dan kompetitif. Melalui fitur “Converging Path”, baik pemain kasual maupun pemain hardcore memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh hadiah utama.

NPC dengan Kecerdasan Buatan Dinamis

Salah satu inovasi paling menonjol dari “Sword of Justice” adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada karakter non-pemain (NPC).
Setiap NPC memiliki kepribadian, memori, dan respons yang unik, memungkinkan mereka mengingat interaksi sebelumnya dengan pemain serta menyesuaikan perilaku berdasarkan pengalaman tersebut.

Pendekatan ini menghadirkan dinamika sosial yang lebih hidup, di mana setiap keputusan atau percakapan dapat memengaruhi hubungan antarkarakter di dalam dunia permainan.

Kustomisasi Karakter Berbasis AI

Menjelang peluncuran resminya, NetEase telah membuka kembali event pra-peluncuran “Cloud Face Edit” bagi pemain di kawasan Asia Tenggara.
Fitur ini memungkinkan pemain merancang karakter secara mendalam menggunakan AI generatif, hanya dengan perintah teks atau unggahan gambar. Teknologi ini memberi kebebasan kreatif yang belum pernah diterapkan pada gim MMORPG sebelumnya.

Konten Mendalam dan Interaksi Sosial

Selain menawarkan lebih dari 100 jam alur cerita single-player, “Sword of Justice” juga menghadirkan berbagai sistem sosial, termasuk mentor-student, guild, dan relasi personal antar karakter, yang memperkaya pengalaman bermain.
Pemain dapat membangun komunitas, berdagang, hingga menjalin hubungan asmara di dalam dunia virtual yang sepenuhnya terbuka.

Dengan kombinasi open-world realistis, AI adaptif, sistem non-P2W, dan kebebasan peran pemain, “Sword of Justice” berpotensi menjadi tonggak baru dalam evolusi MMORPG modern.

Peluncuran global pada 7 November 2025 diharapkan akan menjadi momentum penting bagi NetEase Games untuk memperluas pengaruhnya di industri gim internasional.

  • Penulis: Tasya Yurizumi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga pola tidur sehat. Jangan Begadang jika tidak perlu

    Suka Begadang? Waspadai 5 Hal Ini Buat Kesehatanmu

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Tasya Yurizumi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kesehatan, Pikirkan.com – Begadang atau kebiasaan terjaga hingga larut malam tanpa istirahat yang cukup merupakan salah satu gaya hidup yang sering diabaikan dampak negatifnya. Meskipun dianggap sepele, begadang memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan fisik, mental, serta produktivitas seseorang dalam jangka pendek maupun panjang. 1. Gangguan pada Sistem Saraf dan Konsentrasi Kurang tidur akibat begadang menyebabkan […]

  • Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng photo_camera 1

    Telkom Dorong Pemanfaatan AI di Dunia Jurnalistik Lewat Pelatihan Media Nasional

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Tasya Yurizumi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Teknologi, Pikirkan.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai pelopor transformasi digital nasional melalui pengenalan dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor media. Dalam upaya meningkatkan literasi digital di kalangan jurnalis, Telkom menggelar pelatihan bertema “Transformasi Telkom untuk Bangsa, Bersama Media Wujudkan Indonesia Terkoneksi” yang berlangsung di Semarang pada 2 Oktober […]

  • The Secretary-General of ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn meet Secretary-General of the United Nations (UN), H.E. António Guterres,on the sidelines of the 47th ASEAN Summit and Related Summits in Kuala Lumpur, Malaysia. photo_camera 3

    ASEAN, UN Reaffirm Partnership Ahead of 15th ASEAN-UN Summit

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Adi Surodjo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, Pikirkan.com – The Secretary-General of ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, held a bilateral meeting today with the Secretary-General of the United Nations (UN), H.E. António Guterres, on the sidelines of the 47th ASEAN Summit and Related Summits in Kuala Lumpur, Malaysia. During the meeting, both leaders exchanged views on enhancing cooperation under the ASEAN-UN […]

  • Prof. Yassierli, S.T., M.T., PH.D

    Magang Bergaji UMP Batch II Bidik 80 Ribu Lulusan Baru pada November 2025

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle M. Rizky Hidayatullah
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Jakarta, Pikirkan.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan kembali membuka Program Magang Bergaji batch II pada November 2025. Program ini menargetkan sebanyak 80.000 peserta dari kalangan lulusan baru (fresh graduate), dengan pemberian insentif sebesar Rp3,3 juta per bulan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa jumlah peserta pada batch II ini meningkat signifikan dibandingkan dengan batch I […]

  • Bursa Efek Indonesia

    印尼证券交易所暂时中止五只股票及四只认股权证交易

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle M. Rizky Hidayatullah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, Pikirkan.com – 印度尼西亚证券交易所(BEI)宣布,暂时中止五只股票及**四只认股权证(Waran)**的交易。此举自当日第一交易时段起生效,涵盖常规市场与现金市场。 被暂停交易的五只股票分别为: PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) 与此同时,被暂停交易的四只认股权证包括三只RAJA系列(RAJADRCG6A、RAJAHDCK6A、RAJAZPCK6A)以及一只TRIN第二系列(TRIN-W2)。 印尼证券交易所在公告中指出: “BEI认为有必要自2025年10月13日第一交易时段起,暂时中止股票ESTI、RAJA、FUJI、NTBK、TRIN及认股权证RAJADRCG6A、RAJAHDCK6A、RAJAZPCK6A、TRIN-W2的交易,直至交易所进一步公告为止。” 根据交易数据显示,ESTI股票在过去连续四个交易日内于FCA板块触发涨停(Auto Reject Atas, ARA)机制,平均涨幅达9.45%。截至2025年10月10日(星期五),该股票收于每股137印尼盾,较前一日上涨9.60%。 此次暂停交易被视为印尼证券交易所维护市场秩序与防范异常波动的重要举措。后续恢复交易时间将根据交易所进一步公告确定。

  • Dr. Li Chuangye is an inspiration for people with disabilities who have become successful doctors

    From Begging to Healing: The Journey of a Polio Survivor Who Became a Doctor

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle M. Rizky Hidayatullah
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Henan China, Pikirkan.com – At 37 years old, Dr. Li Chuangye stands as a symbol of resilience and hope for millions online. Once a child beggar suffering from polio, he defied a life of despair to become a doctor—a journey that began with pain, humiliation, and an unshakable will to rise above adversity. Born in […]

expand_less