Langit Amerika Lumpuh: Ketika Shutdown Membuat Menara Kendali Sunyi
- account_circle M. Rizky Hidayatullah
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar

Krisis di penerbangan Amerika Serikat akibat US Shutdown. (Foto: AFP)
Jakarta, Pikirkan.com – Sabtu pagi, 8 November 2025, ribuan penumpang di bandara-bandara besar Amerika Serikat terjebak dalam antrean panjang. Pengumuman penundaan menggema di ruang tunggu Atlanta, New York, hingga San Francisco. Namun bukan cuaca buruk yang menjadi biang keladi, melainkan manusia—lebih tepatnya, ketiadaan mereka di menara pengendali lalu lintas udara.
Selama 39 hari terakhir, penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) membuat ribuan pegawai federal tidak menerima gaji. Di antara mereka, para pengendali lalu lintas udara atau ATC menjadi pihak yang paling krusial. Banyak di antaranya memilih tidak masuk kerja karena tekanan finansial dan kelelahan.
“Tidak ada cukup petugas di menara,” kata Administrator FAA Bryan Bedford, dikutip Reuters. “Dalam beberapa hari terakhir, sekitar 20 hingga 40 persen pengontrol tidak hadir.”
Akibatnya, sistem penerbangan Amerika kacau. Pada Sabtu, 1.500 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 6.000 tertunda. Bandara Chicago dan Newark menjadi titik terparah, sementara enam jalur udara padat antarnegara bagian sempat dibatasi.
FAA telah mengeluarkan kebijakan pengurangan 4% penerbangan harian di 40 bandara utama, dan berencana menurunkan lagi hingga 10% pada pertengahan November. Langkah ini membuat empat maskapai besar—American Airlines, Delta, Southwest, dan United—menyesuaikan jadwal secara besar-besaran.
Bagi jutaan penumpang, gangguan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi cerminan betapa rentannya sistem penerbangan modern ketika pemerintah berhenti berfungsi. Langit Amerika, untuk sementara, menjadi lebih sunyi dari biasanya.
- Penulis: M. Rizky Hidayatullah
- Sumber: https://www.youtube.com/@Channel4News

Saat ini belum ada komentar