“Dilan 1997” Hadir dengan Wajah Baru, Ariel NOAH Jadi Pemeran Utama
- account_circle M. Rizky Hidayatullah
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025
- visibility 106
- comment 0 komentar

Ariel Noah di poster Film Dilan 997 produksi Falcon Pictures. (Foto: dok instagram Falcon Pictures)
Jakarta, Pikirkan.com – Setelah sukses besar melalui film Dilan 1990, kisah legendaris tentang perjalanan cinta Dilan kembali hadir dalam versi terbaru berjudul Dilan 1997.
Film ini menandai babak baru dalam semesta Dilan dengan menampilkan sosok Dilan dewasa yang akan diperankan oleh vokalis NOAH, Ariel.
Pergantian pemeran utama tersebut diumumkan secara resmi dalam acara peresmian yang digelar di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh penulis novel Dilan, Pidi Baiq, dan sutradara Fajar Bustomi.
Pemilihan Ariel sebagai pemeran Dilan menjadi momen penting dalam lanjutan kisah ini. Ia menggantikan Iqbal Ramadhan, yang sebelumnya memerankan Dilan dalam trilogi terdahulu.
Ariel mengungkapkan bahwa keputusan untuk menerima peran tersebut tidak diambil secara spontan, mengingat karakter Dilan sudah sangat melekat di hati para penggemar.
“Memerankan Dilan bukan keputusan mudah. Karakternya sudah kuat dan ikonik. Saya perlu mempertimbangkan matang-matang sebelum akhirnya menerima tawaran ini,” ujar Ariel dalam sesi wawancara usai acara peresmian.
Film Dilan 1997 akan mengisahkan fase kehidupan Dilan yang lebih dewasa, dengan latar waktu dan cerita yang lebih kompleks. Tidak hanya menyoroti sisi romantisme, film ini juga akan menggambarkan perjalanan hidup Dilan setelah masa remajanya di Bandung.
Menariknya, proyek ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan judul berbeda, yaitu Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam. Meskipun sebagian cerita akan berpindah ke luar negeri, Bandung tetap menjadi pusat emosional dan latar utama yang mengikat keseluruhan kisah.
Kehadiran Ariel NOAH dalam peran ikonik ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru pada karakter Dilan, sekaligus membawa warna berbeda dalam perjalanan sinematik yang telah dikenal luas oleh penonton Indonesia.
- Penulis: M. Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar